February 23, 2006

Dari cerita menjadi santapan….

Bermula dari pembicaraan ditilpun antara seorang ibu yang tengah sakit dan tidak tauh mau masak apa untuk sang keluarga, dengan seorang ibu yang sehat dan tengah sibuk mengurus 3 orang anaknya.

Ibu yang sakit: “Aduh..saya kebayang2 ayam goreng yang tempo hari dibawain buat saya nich.”

Ibu yang sehat: “ah! itu mah gampang banget…bawang putih di halusin, kunyit bubuk dan garam. campur jadi satu ama ayam, biarin selama kurang lebih 30 menit…lalu goreng. Beres!”

Ibu yang sakit: “Wah..gampang yach….oke dech saya coba buat dan klo udah jadi nanti saya kabar-kabarin dech.”

Kira-kira 2 jam berlalu…..di salah satu ruangan chatting

Ibu yang sakit: “Alhamdulillah, sang ayam ternyata sukses :) . Tapi sayang ngga ada sayur asemnya :(

Ibu yang sehat: “Wahhh…bener tuch apa lagi kalo ada pepes tahunya. Nyem..nyem..nyem…”

Ibu yang sakit: “Yuk kita masak2 lagi, dan kali ini temanya Pepes tahu dan Sayur asem. Pegimanee??”

Ibu yang sehat: “Ayuk aja! Kapan?”

Ibu yang sakit: “Besok aja… balik dari tahsin?!”

Ibu yang sehat: “ehhmmmm…..boleh aja!”

Maka keesokan harinya, sang ibu sehat akan berperan sebagai jurus masak membawa 3 orang asistennya yang akan membantu berkarya didapur ibu yang sakit itu. Sang asisten ada yang tengah hamil tetapi mempunyai semangat ‘45 dalam segala hal, ada yang datang sambil menenteng 2 orang anaknya bersama sekantong daun kemangi, daun melinjo dan buahnya. Dan ada juga sang asisten yang hadir ‘agak’ terlambat akibat ketiduran karena menikmati mimpinya yang indah yaitu mempunyai sebuah perusahaan katering yang sukses diwaktu yang dekat ini ;) . Walhasil sang juru masak mau tidak mau menyuruh ibu yang sakit itu untuk membantu mempersiapkan segalanya.

Karya berkarya dimulai pada pukul 2:30 siang dan berakhir pada pukul 7:30 malam. 5 Jam??? Ya…karena diselingi dengan lirak sana lirak sini diacara tv “Gossip” kesukaan para ibu2 yang ngga ada kerjaan itu. Diselingi dengan acara “High Tea” (memang sangat high…soalnya dapur ini terletak di lantai 12 :D ) dan tentunya selingan yang selalu ada dikalangan ibu2…. casss….cisss…cussss….. mulai dari buku bacaan anak2 yang bagus itu apa??
sampai casss…..cissss…..cusss….. cerita lucu tetapi nyata, tentang kepergian seorang istri dan 1 buah kopernya dari rumah karena ngambek ama suami. Kepergian sang istri ini tanpa sepengetahuan sang suami tentunya. Disebabkan hari sudah larut dan dia tidak tauh hendak kemana, maka dia pun memutuskan untuk bermalam disebuah hotel. Dalam benak sang istri, berharap semoga sang suami akan sadar tanpa kehadirannya dirumah akan ‘panik’ dan dengan hati yang sangat menyesal pergi mencari dirinya. Di kamar hotel sambil memandangi jam tangan dan handphonenya yang tidak kunjung berdering, hatinya pun semakin kesal dan gundah. Waktu berlalu amat sangat lambat. Dan pada pagi harinya saat sang istri menelpon kerumah, sang suami mengangkat telephone dengan suara yang memelas, seperti orang yg baru terbangun dari tidur. Dengan berangnya si istri bertanya, “Tauh ngga saya ada dimana??” sang suami yang memang tidak menyadari kalau sang istri itu pergi sejak malam hari dan tidak pulang, malah mengira sang istri berada dipasar sedang berbelanja seperti biasanya!@#$%^& :D Dan lucunya lagi nich yach…..pada saat si istri pulang kerumah, sang suami tengah menikmati sarapan pagi dengan santainya dan dengan herannya bertanya, “loh ngapain……kok bawa koper pagi-pagi??” waahhhahahahahaha…… :D :D :D
**moral of the story: Klo ngambek dan mau kabur:
1. Jangan tengah malam, si doi biasanya udah molor duluan.
2. Jangan lupa bilang ama si doi. Jadi ngga rugi diongkos, dan paling tidak ngambeknya diladenin…..iiihhhh sebel kan kalau dicuekin!! hehehehe…..

Diakhir 5 jam itu, jadilah 2 macam masakan yang…..nyem..nyem..nyem…., perut yang sakit karena tertawa-tiwi dan anak2 yang tergeletak tidur dimana-mana. :)
Mau simak cara pembuatannya?? silahkan…..

Pepes Tahu

Bahannya:
4 potong tahu
2 batang daun bawang
1 ikat daun kemangi
5 cabe merah besar diiris tipis
Garam dan gula sesuai selera
minyak secukupnya untuk menumis
Daun pisang untuk membungkus

Caranya:
Daun bawang dipotong2 kira2 1.5 cm lalu di tumis. Tahu dicuci dan dihancurkan dengan memakai food processor atau blender. Campurkan daun bawang, tahu, kemangi, gula dan garam menjadi satu. Aduk hingga rata.
Panaskan daun pisang diatas api (agar mudah dilipat dan tidak sobek).
Gunting daun pisang kira2 selebar kertas A4.
Ambil adonan tahu kira2 2 sendok makan lalu bungkus sesuai selera.
Kukus selama 20-30 menit. Angkat, dan hidangkan.

Sayur Asem

Bahannya:
1-2 buah labu siam, kupas lalu potong dadu
Daun melinjo
Melinjo
Kacang tanah
Kacang panjang
Jagung
Asam jawa, ambil airnya
Gula putih dan garam menurut selera

Bumbu2:
1 ruas jari lengkuas, dikeprok
2 lembar daun salam
5 buah bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
1 ruas kecil terasi
3 buah cabe merah gede, potong 1 cm
3 buah cabe hijau gede, potong 1 cm

Caranya:
Rebus air bersama kacang tanah dan melinjo hingga 1/2 matang. Lalu tambahkan air asam.
Masukkan semua bumbu2 dan labu siam, kacang panjang, daun melinjo dan jagung. Tambahkan gula dan garam sesuai selera. Masak hingga matang. Angkat dan hidangkan.

February 16, 2006

Kelemparan tongkat estafet!

Lagi mijet..mijet…pala depan kompi tiba2…..*ouch!! Apa nich yg mampir di jidat??!! Selidik punya selidik….ternyata ‘tongkat estafet’ yang melayang dari mamee halwa. Maka jadilah 5 hal yg paling terlihat didiri saya ini yg boleh tergolong …… keanehan, keindahan, kebaikan, kejiwaan, ehmmm … tergolong apa yach kira2???

1. Tergila-gila ma warna hitam dan putih.
Ngga tauh ini jelek apa bagus. Kesannya monoton apa apalah?? Yang jelas, buka pintu rumah kesannya putihhhhh…..buka pintu lemari pakaian, hitam dan putih lebih dominan. Lihat blog ini apa coba kesannya?? Hitam dan putih lagi yach…… intinya klo bisa warna hitam atau putih kenapa ngga! :)

2. Paling ngga bisa pake perabotan orang.
Contohnya nich yach, klo nyewa rumah kaya di s’pore sini ada 2 pilihan mau kosong (unfurnished) apa beserta perabotan (furnished). Saya itu lebih milih nyewa yg unfurnised (sewa lebih murah) walaupun biayanya akan lebih mahal (harus membeli segala perabotan) dibanding ngambil yg furnished soale ya itu tadi, ngga bisa make punya org. Dipikiran ini suka timbul rasa yg macem2, taku kenapa2 ama barang orang jadinya susah. Mending punya sendiri, mau lecet apa sekalian rusak juga ngga ada beban.

3. Coffee….anyone?? NOT for ME, please!!
Menurut pengamatan beberapa korban, saya ini jangan pernah diberi kopi. Kenapa? Ternyata efek sampingnya itu amat sangat jelas terlihat dan bisa langsung terjadi. Pernah suatu malam, bersama kakak dan beberapa ponakan lagi jalan bareng. Dan kita mampir di Coffee Beans untuk secangkir teh. Berhubung aroma kopi yg bertebaran di ruangan cafe itu tidak bisa saya hindarkan saya pun ikut memesan kapucino dengan salah satu ponakan. 1/2 jam lewat cangkir kami pun ludes dan kami beranjak pulang. Di dalam taxi satu keanehan terjadi, saya yg tadinya sudah membayangkan kasur dan bantal dirumah tiba2…berceloteh dan ketawa-ketiwi seorang diri. Kakak dan ponakan saya sampai bingung dan mereka takut kalau2 sang supir taxi marah dan nurunin kita di tengah jalan……hihiihhi jadi geli waktu diceritain :D

4. Mad about ….. pilem Indieeeee!
Yup! pilem indieee…. tp ngga suka ama tari2annya. Ceritanya tuch banyak maknanya apalagi klo udah soal family, wah bisa saya jabanin tuch Mustafa Centre bela2in nyari pilemnya. Mula sukanya nich semenjak tinggal di sini dan makin parah lagi waktu lagi hamilin Qiratullah. Pengennya tuch duduk didepan tv sambil nonton indiee….ditemenin ama a box of tissue! :D Kebayang ngga, berhubung wkt hamil itu males keluar rumah, walhasil daku jadi langganan ama salah satu indian movies on-line shop, pesen, nunggu besok dianterin dan nonton dech….. terhitung sampai sekarang daku punya koleksi pilem dari negara yg terkenal ama Taj Mahalnya itu kurang lebih 100 movies! Aaaiiii…jadi klo ada yg nyari pilem nehi…nehi…you know who to ask *blink…blink… ;)

5. After midnite….cleaning!
Klo di restoran 24 jam ada kalee yach….tapi klo dirumah biasa ada ngga? Yach ada! Dirumah saya ini paling sering terlihat ‘kinclong’ setelah tengah malam sampai pagi hari jam 8. Setelah itu….the Qs udah melek …….. waaaahhhhhh balik lagee seperti kapal pecah!! Makanya saya ini memilih waktu bersiin rumah itu malam hari dan tidak jarang lewat tengah malam baru nyuci sana nyuci sini. Saat orang terlelap dengan mimpi indahnya, saya pun berlaga bersiin dapur, ruang tamu sampai gosok kamar mandi dengan ‘cerianya’. Entah ini namanya keanehan atau apalah, tapi saya mah suka banget….ngga ada yg gangguin soalnya. Jadi klo mau bertandang kerumah saya pada saat rapi dan kinclong……tauh donk jam berapa?? After midnite lah yauuu……

Ehmmm….kira2 siapa yg bakalan kena ama si tongkat estafet ini yach??
Pegimana klo saya lempar yg deket2 aja…..gita, febi, erin, kandy dan ehhhhmmm…boleh lah yg agak jauh dikit sang ‘bumil’,mirna dan satu lagi yang jauh buangeett……yg selalu punya wishlist heheheh…… :D

February 15, 2006

Woman!

All women are strong; the things she must overcome are endless.
With open arms and an open heart she conquers all sacrificing herself,
putting others needs before her own.
The true beauty of a woman lies in her soul not her curves.

The unconditional love she possesses is mind boggling to many.
The strength of a woman can not be described with words it shows in the way she carries herself,
her walk, her confidence, her sensuality, her self respect,
the ability to walk with a smile and her head held high when deep inside she’s crying out,
yet she is able to put all emotions aside and rise to any occasion.

.msecrets.

February 14, 2006

Ujian…

Kadang saya berfikir, selagi manusia itu hidup UJIAN datang silih berganti. Dan manusia pun sering kali, sadar ataupun tidak, akan mengeluh apabila ujian itu datang. Entah ujian itu berupa kesakitan, kegagalan, kekecewaan, kemiskinan dan kefaqiran. Tetapi manusia tidak pernah mengeluh ataupun gelisah apabila diuji dengan kekayaan, kebahagian, kecukupan dalam kehidupan dan kemewahan.
Dibenak ini, itu semua lumrah bagi seorang manusia…..saya, anda dan kita semua!

Tetapi berbahagialah manusia yang diuji dengan kesakitan, kegagalan, kekecewaan dan kemiskinan karena sesungguhnya mereka di dalam golongan yang dikasihi oleh Allah. Sahabat-sahabat Rasulullah saww suatu ketika menangis apabila mereka tidak diuji oleh Allah, kerana takut mereka telah hilang kasih sayang Allah.

Tetapi hari ini pada saat kita diuji……..

Ketika hati kita bertanya-tanya “mengapa saya yang diuji?” setelah semua perintahnya saya lakukan, larangnya saya jauhi maka teringatlah firman Allah…“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sungguh kami telah menguji org2 sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui org2 yg benar dan sungguh Dia mengetahui org2 yg dusta.” *Surah Al-Ankabuut ayat 2-3

Ketika diri kita berkata “Mengapa saya tidak memperoleh apa yang saya inginkan?” maka jawabannya saya dapatkan di surah Al-Baqarah:216 Allah berfirman: “…boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Pada saat diri kita terasa lemah, nafsu telah mengalah, hidup terasa tidak berarti lagi maka renungilah ayat Allah: “Dan janganlah kamu lemah, dan jangan bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman.”* Surah Al-Imran ayat 139

Ketika jiwa kita bertanya-tanya “Bagaimanakah saya harus menghadapi semua ujian ini” sesungguhnya Allah telah berfirman untuk kita: “Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat; dan sesungguhnya sholat itu berat, kecuali atas orang-orang yg khusyu.” *Surah Al-Baqarah ayat 45

Tidak jarang dengan ujian yg kita peroleh, sering kali kita mencari seseorang entah itu keluarga, sahabat ataupun teman untuk bergantung, membagi duka dan mendapatkan kekuatan. Sedangkan Allah selalu bersama kita…..“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘arsy yang agung.” *Surah At-Taubah ayat 129

Terpulang dari semua itu, pada saat ujian itu terjadi yang ada dalam benak kita adalah “SAYA TIDAK MAMPUH BERTAHAN LAGI!” maka ingatkanlah pada diri kita semua …… “Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” *Surah Al Baqarah ayat 286

“Ya Allah….. jika ujian ini untuk menguji keimananku, berilah aku kekuatan, keimanan dan ketaqwaan. Jika ujian ini untuk menghapus dosa-dosaku, berilah aku kesabaran dan keredhaan.”

February 9, 2006

Pertemanan Dalam Islam

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.

Memilih Teman Yang Baik

Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.

Cinta Karena Allah

Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)
Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Ungkapkan Cinta Karena Allah

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).
Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?

Lemah Lembut dan Bermuka Manis

Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”

Saling Memberi Nasihat

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.
Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Berlapang Dada dan Berbaik Sangka

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)
Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
“Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata ’shahih’)
Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, ,,,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar.

Menjaga Rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, ”
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).
Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Penutup

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

Publikasi: Alsofwah.or.id
Original image: Fotosearch
Edited by cahayamata

copyright © 2005 cahayamata