December 27, 2005

ohh..anakku!!

Percakapan pada suatu pagi hari….

Qurratayun: mum.. dad… can we go and see Disney on Ice show?
mum: ehmm..it’s too expensive and we don’t have money for that.
Qurratayun: is $30 expensive mum?
mum: oh.. yes! You have to work hard to get that amount of money.
Qurratayun: oh…!!*sambil melengos jalan*

Percakapan pada suatu siang di hari yang sama….

Daddy: Qurratayun, can you go clean up your room please!
Qurratayun: Clean up my room??! *sambil mengkerutkan dahinya…..dan melanjutkan…..*
Qurratayun: how about this dad…. I clean my room, then you pay me $30.
Daddy: *bengong…bingung mau ngomong apa!!*
Mummy: What do you need that money for??
Qurratayun: To pay for the Disney on Ice ticket ofcourse….*dengan senyum polosnya!*
Daddy and mummy: oohhh!! *speechless*

December 24, 2005

Cita-cita seorang anak…

Q1: “mummy, my friend aily wants to be a policewoman when she grows up”

me: “ehmm..that’s nice! what about you?”

Q1: “I wanna be a simple man, just like …… my daddy!!” Go to work in the morning and come home at nite. But…. not too late like he did!”

me: *just smile…*

Itulah sepenggal pembicaraan saya dengan Qurratayun anak saya yang sebentar lagi menginjakkan usianya yang ke 6. Tak terasa waktu bergulir seperti air….masih teringat ketika dia mulai bisa menyebut kata mummy….. daddy….. sekarang ini dia sudah bisa berfikir akan jadi apakah dia di masa depan nanti. Terketuk juga hati saya sewaktu mendengar “kalimatnya” itu. Cita-cita yg selama ini jarang saya dengar keluar dari mulut seorang anak. Kadang terpikir oleh saya bahwa dia akan bercita-cita menjadi seorang “astronomer” melihat betapa tekunnya dia membaca dan mempelajari buku-buku tentang angkasa luar. Atau kadang2 terlintas bahwa suatu waktu dia ingin menjadi seorang “architect” karena terampilnya dia membangun sesuatu dari permainan legonya.
Tetapi pada kenyataannya, apa yang akan kita terima tidaklah selalu apa yg kita inginkan.
Terbukti bahwa cita-cita yang diatas tadi hanyalah cita-cita yang berasal dari pemikiran saya, pemikiran orang tua yang pada dasarnya menginginkan anaknya untuk menjadi “seseorang” menurut keinginannya. Dan kadang terlepas dari kemauan sang anak itu sendiri. Tidak jarang kita sebagai orang tua tanpa disadari mengabaikan “hak sang anak” dalam menentukan keinginan dan kebahagiannya kelak dikemudian hari. Kadang kita orang tua terlupa akan hal itu……

Dengan senyuman di bibir saya memandangi tubuh kecil itu yang asyik bermain, tidak terlintas sedikitpun kekecewaan dihati mendengar cita-citanya, malah membuat hati saya terharu karena dia dapat menunjukkan penghargaan yang dalam terhadap apa yang orang tuanya kerjakan, menjadikannya sebagai ‘idola’ sehingga kelak ……. he wants to be a simple man, just like his daddy!! :)

December 21, 2005

Dunia…apakah sebenarnya dirimu??

Perumpamaan orang-orang yang memahami hakekat dunia ini adalah bagaikan orang yang melakukan perjalanan dari tempat yang kering, tandus dan gersang menuju tempat yang subur menghijau, penuh karunia dan nikmat.

Mereka menjalaninya dengan penuh gairah dan harapan akan masa depan yang penuh karunia dan kedamaian. Mereka dengan rela menerima segala penderitaan, kesukaran dan resiko perjalanan. Tabah menghadapi perpisahan dengan kawan, kurangnya makanan dan kenyamanan selama perjalanan demi tercapainya tujuan perjalanan.

Mereka tidak menolak untuk menanggun segala ketidak nyamanan dan tidak segan menanggung setiap pengeluaran dalam perjalanan (berderma, bersedekah dan menolong fakir miskin dan yg kekurangan). Setiap langkah yang diambil dalam menjalani tujuannya, betapapun melelahkan, merupakan saat-saat yang membahagiakan dalam kehidupannya. Tiada sesuatu yang lebih dicintainya daripada mendekatkan diri dan sampai ke tujuan.

Sebaliknya perumpamaan orang yang tertipu oleh dunia ini bagaikan orang yang merasa tinggal ditempat ditempat yang subur dan menyenangkan, dan harus berjalan menuju tempat yang kering tandus. Adakah sesuatu yg lebih menjemukan daripada perjalanan yang seperti itu? Betapa akan bencinya mereka untuk meninggalkan tempat mereka berada berpindah ke tempat yang mereka sangat benci,tempat yang dasyat, mengerikan dan menakutkan.

December 20, 2005

Kids through the eyes of a camera!



“Let me have it the way I want it!!”
Today is my Day…..


We can’t turn back the time….
childhood only happened once!


Best friend of every kids…..ICE CREAM!


The hands that will rock the world!


Location: EastCoast Beach S’pore
Date: 18 Dec 2005
Photos taken by judhi ‘n touched up by 1T

December 16, 2005

Hidangan buat sang krucil….

School holiday masih panjang…
The Qs dah bosen diajak makan diluar….
Jadilah sang mummy mesti banyak ber-eksperiment dengan berbagai jenis hidangan. Termasuk yang satu ini.
Bahannya mudah didapat, membuatnya ekstra cepat dan ditanggung mata si Qs bisa berbinar…binar…. :D
Mau nyoba ber-eksperiment buat sang krucil?? Sile…sile…

Bahan dan cara membuatnya:

Corned beef kaleng
Bawang merah iris tipis
Pasta (bentuk apa aja)
Tomat iris dadu kecil
*seberapa banyaknya dikira2 aja yach…

Rebus pasta seperti biasa, angkat lalu tiriskan.
Panaskan minyak lalu tumis bawang merah hingga aroma keluar.
Masukkan corned beef masak hingga matang.
Tambahkan pasta dan tomat lalu aduk hingga merata.
Angkat dan hidangkan hangat2…..

copyright © 2005 cahayamata