Bullies…
Q1: mummy, my friend ridwan said I have to bring my water bottle to school!
M: do you need your water bottle in school?
Q1: not really! But…ridwan said I have to bring it!
M: what happened if you don’t bring?
Q1: Ridwan will do this {punching himself on the chest} to me mummy……
M: whaaaatttt!!@#$%%^^&*
Itulah percakapan antara saya dan Qurratayun, anak laki-laki saya yg pertama berumur 5 1/2 tahun. Tahun ini dia masih duduk di bangku Kindergarden 1. Selama ini yang saya tauh dia disekolah senang-senang saja. Tidak pernah ada masah dengan kawan2nya. Sepulangnya dari sekolah pun tidak pernah ada tanda2 kalu dia itu pernah mengalami hal-hal yg tidak menyenangkan. Apakah dia mencoba melupakan hal2 buruk yg terjadi padanya di sekolah atau dia menyembunyikannya…..????
“Bullies” adalah permasalahan biasa buat orang tua yg mempunyai anak sekolahan. Tapi kalau dilihat dari sudut kejiwaan anak akan berdampak tidak bagus untuk perkembangannya. Kalau sang anak bisa berbicara dan menyampaikan seperti Qurratayun mungkin akan sedikit melegakan. Paling tidak kita sebagai orang tua dan guru akan bisa menindaki si”bullie” ini. Akan tetapi kalau sang anak bukan tipe yg bisa berbicara, hanya menyimpan apa yg terjadi didirinya sendiri akibatnya akan sangat buruk. Anak akan mencari alasan untuk tidak kesekolah. Ataupun anak akan depresi dan berakibat fatal untuk jiwanya.
Saya berbincang2 dengan seorang kawan tentang permasalahan ini dan dia mengatakan kepada saya tentang hal2 seperti ini sering terjadi pada anak2 sekolah dasar di negara Jepang, yang dimana sang anak akan mengambil jalan yang amat “pintas” yaitu….bunuh diri!! OOOhhhhhh …. tiidaakkk!! Jangan sampai ya Allah!!














