July 27, 2005

Obat Materialisme

Seorang lelaki datang kepada seorang ustaz, mengadukan persoalan keluarganya. ” Saya bosan dirumah sekarang.”
“Mengapa?”
“Tidak ada yang menarik.”
“Lalu engkau jarang dirumah?”
“Iya tentu.”
“Anakmu berapa?”
“Dua. Satu laki-laki berumur 5 tahun, satunya perempuan, 3 tahun.”
“”Pernahkah engkau memperhatikan anakmu ketika sedang makan?”
“Tidak.”
“Ketika sedang bermain-main?”
“Tidak.”
“Ketika tidur saat tengah malam?”
“Tidak.”
“Coba lakukan itu. Ketika engkau sedang memperhatikan, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu, pelanjut denyut hidupmu, yang harus kaucurahi cinta dan kasih sayang. Anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu. Ketika ia makan, perhatikanlah bagaimana ia mengunyah rezeki yang dikarunia Allah lewat tanganmu yang bekerja. Ketika ia tidur, perhatikanlah hidungnya yang mirip engkau, bibirnya yang mungkin mirip ibunya, dan perhatikan pula bagaimana desah nafasnya ketika menghirup dan menghembuskan udara. Itu semua film indah yang disuguhkan Allah untukmu! Kalau engkau membiasakan melakukan ini sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara. Di antara orang-orang yang sangat malang, ialah orang yang tidak bisa menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah laku anak-anaknya sendiri….
Kehidupan berlalu bersama waktu, peristiwa terjadi setiap hari
Puaskan dirimu dengan hidupmu, kamu pasti bahagia
Tinggalkan hawa nafsumu, kamu pasti hidup merdeka
Betapa banyak kematian diantara emas, perak dan permata!

copyright © 2005 cahayamata