Apakah impianku adalah impian anak2ku?
Yach…sunyi lagi dech rumahku!! Q1 already off to school and Q2 is ZZzzzzz seperti biasanya.
Padahal nich tadi pagi sewaktu Q1 belom berangkat sekolah ramehnya kaya punya anak 10. Belom lagi ditambah ama celoteh2 si Q2 sambil meganging mobil2nya kesana kemari. Wah kebayang dech…rumahku adalah surgaku! Tanpa suara2 kecil mereka rumah ini seperti ‘warehouse’ yg ngga ada isinya, sepi dan sunyi!
Walhasil…..tak…tik…tuk…jemari tanganku di keyboard ini! Celoteh sendirian menuangkan apa yg ada dikepala mengandaikan diriku seperti seorang pujangga ternama ceeeeehhhhh illeeee….. menghayal mamee……[hey ur dream never wanna b a writer??!!, but an Architect, right…?
]
Berbicara soal impian, setiap orang tua pasti mempunyai impian atas masa depan anak2 mereka….siapa yg tidak mau mempunyai seorang anak seperi yg kita impikan, bukan! Kita kandungi, lahirkan dan setelah mereka besar kita berikan mereka pendidikan formal maupun non-formal. Habiskan waktu mereka untuk mendapatkan segala macam ilmu yg ada. Bisa dikatakan waktu dan materi kita habiskan hanya untuk masa depan mereka.
Tetapi…apa iya anak yg sudah sekian lama kita ‘pupuk’ akan menjadi seperti apa yg kita inginkan?
Dan pendidikan yg kita anggap ‘terbaik’ untuk anak kita adalah ‘yang terbaik’ bagi mereka?
Apakah waktu2 mereka yang kita pergunakan untuk kepentingan mewujudkan ‘impian’ kita semata boleh kita ambil dari mereka?
Bukankah anak2 kita juga mempunyai hak untuk menjadi sesorang yg mereka idamkan……
Bukankah anak2 kita juga mempunyai hak untuk mempergunakan waktu mereka demi kepentingan mereka…..
Bukankah….bukankah….??
Oh….apakah aku sudah menjadi orang tua yg adil bagi anak2ku?
dan apakah impianku adalah impian anak2ku??






